Malem Jum’at Wage 28 Desember 2007, adalah saat yang menegangkan bagi istri dan aku, karena mulai pukul 1 dinihari istriku sudah mulai mules-mules, pertanda penantian panjang selama 9 bulan akan berakhir, Azan Subuh berkumandang, aku antarkan ke Rumah Sakit ROEMANI di Wonodri Semarang, setelah di periksa oleh beberapa tenaga medis yang sedang jaga, trus diantar ke ruang intensif, sampai 4 jam berjalan ternyata perkembangannya sangat sedikit, akhirnya oleh dokter Diana yang menangani istriku diputuskan distimulan dengan pacu kontraksi, dari sini mulailah tahu aku betapa perjuangan seorang ibu yang akan melahirkan (kata orang jawa namanya Perang Sabil) karena perjuangannya antara hidup dan mati. Selama itu aku selalu mendampingi walaupun aku kasihan melihat betapa sakitnya istri (aku juga merasa sakit, karena cakaran dan gigitannya mendarat di tanganku). Hari itu aku tidak sholat Jum’at , karena detik2 mendekati kelahiran sudah semakin dekat, akhirnya tepat Pukul 14:05 anakku kedua lahir dengan jenis laki-laki, beratnya 3 krdan panjang 48 cm, lega rasanya.. setelah penantian panjang ini, karena prediksi dokter tg 23 des 2007 akan tetapi mundur 5 hari dari perkiraannya. Terima kasih Allah, yang telah memberikan nikmat kepada kami sekeluarga, semoga kami dapat menjaga amanahMU dengan baik, terima kasih Eyang Putri dan Eyang Kakung yang tiada kering akan doanya, terima kasih Dokter Diana, beserta staff medis di RS ROEMANI, yg telah memantu proses persalinan dan mencarikan kamar yang kosong (karena waktu itu sedang penuh). Semoga kehidupan ini bertambah lebih baik. AMIN
Filed under: keluarga | 2 Komentar »